SR INDO CRAFT berada di Desa Gamplong 1 Kelurahan Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Sejak tahun 1950-an, Desa Gamplong sudah terkenal sebagai desa penghasil kerajinan tenun. Keterampilan menenun didapatkan dari nenek moyang. Hasil tenunannya berupa kain lurik, serbet, stagen. Hasil tenunan tersebut di jual ke pasar-pasar tradisional seperti pasar Ngijon, pasar Beringharjo, pasar Godean, dll. Sampai sekarang, produksi tenun di Desa Gamplong masih menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).
Sekitar tahun 1997, saat Indonesia mengalami krisis moneter, salah satu perajin tenun yang waktu itu masih berbentuk Home Industri yang kini bernama SR INDO CRAFT melakukan inovasi dengan mengubah pola dari Kain Serbet menjadi Selendang (kerudung). Hal ini mampu memicu kreativitas sehingga menghasilkan produk-produk lain, seperti : Akar Wangi, Agel, lidi kelapa, lidi gebang, enceng gondhok, mendhong dan masih banyak lagi bahan alami dikembangkan. Seiring dengan berkembangnya industri tekstil, merupakan tantangan tersendiri yang menuntut kerajinan tenun untuk lebih meningkatkan kualitas dan desain yang lebih atraktif.
Setelah 2 – 3 tahun, industri kerajinan di Desa Gamplong pun semakin terus berkembang, khususnya SR INDO CRAFT mampu menciptakan produk-produk konsumtif atau produk jadi, seperti :Tas, Lampion, Box Laundry, Box File, Nampan, Tirai, Table Mate, BadCover, Bantal, Dompet, dan masih banyak lagi.
Sejak mewabahnya industri tenun digamplong sehingga memicu kehadiran para buyer luar negeri maupu lokal serta para wisatawan asing maupun domestik memunculkan ide untuk menjadikan Gamplong sebagai desa wisata telah tercetus sejak tahun 2001. Ide tersebut berasal dari pemerintah provinsi.
copyright.2009@bagor
Selengkapny baca disini
Sekitar tahun 1997, saat Indonesia mengalami krisis moneter, salah satu perajin tenun yang waktu itu masih berbentuk Home Industri yang kini bernama SR INDO CRAFT melakukan inovasi dengan mengubah pola dari Kain Serbet menjadi Selendang (kerudung). Hal ini mampu memicu kreativitas sehingga menghasilkan produk-produk lain, seperti : Akar Wangi, Agel, lidi kelapa, lidi gebang, enceng gondhok, mendhong dan masih banyak lagi bahan alami dikembangkan. Seiring dengan berkembangnya industri tekstil, merupakan tantangan tersendiri yang menuntut kerajinan tenun untuk lebih meningkatkan kualitas dan desain yang lebih atraktif.
Setelah 2 – 3 tahun, industri kerajinan di Desa Gamplong pun semakin terus berkembang, khususnya SR INDO CRAFT mampu menciptakan produk-produk konsumtif atau produk jadi, seperti :Tas, Lampion, Box Laundry, Box File, Nampan, Tirai, Table Mate, BadCover, Bantal, Dompet, dan masih banyak lagi.
Sejak mewabahnya industri tenun digamplong sehingga memicu kehadiran para buyer luar negeri maupu lokal serta para wisatawan asing maupun domestik memunculkan ide untuk menjadikan Gamplong sebagai desa wisata telah tercetus sejak tahun 2001. Ide tersebut berasal dari pemerintah provinsi.
copyright.2009@bagor
Selengkapny baca disini






Lihat Semua Daftar Posting